Sejarah Kami

REKAM Nusantara didirikan oleh ahli media lingkungan, peneliti satwa liar dan peneliti keanekaragaman hayati laut.
 Melalui produksi film, riset, komunikasi, kampanye dan edukasi, REKAM Nusantara ingin menyebarkan informasi ke berbagai golongan sebagai tanggung jawab untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang keanekaragaman hayati dan potensinya. Serta menyebarkan informasi tentang berbagai kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia yang tersebar di seluruh nusantara.

Para pendiri REKAM Nusantara yang memiliki pengetahuan dan keahlian dibidang media dan riset ini memiliki semangat dan pemikiran yang sama, yaitu pentingnya pelestarian alam dan budaya nusantara. Enam orang dari berbagai latar belakang ilmu pendidikan ini berkolaborasi mengembangkan keahlian yang dimiliki masing-masing individu untuk membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap kelestarian alam dan budaya bangsa Indonesia. Terutama kepada anak-anak muda generasi penerus bangsa. Kami mengemasnya kedalam berbagai bentuk pesan.

Sejak tahun 2013, REKAM Nusantara telah bekerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki visi yang sama dengan kami. Baik lembaga pemerintah, lembaga donor, LSM, ormas, komunitas, universitas dan lembaga lainnya, baik di level nasional maupun internasional.

Visi Kami

Misi Kami

Perjalanan Kami

Inilah bagaimana REKAM Nusantara dibangun melalui sebuah konsep, ide, kolaborasi dan dedikasi hingga perjalanan kami pun dimulai.

2013

Pada bulan Juli, REKAM Nusantara didirikan oleh enam orang yang memiliki latar belakang ilmu pendidikan, ranah keahlian maupun dengan pengalamannya masing-masing. Sejak saat itu REKAM Nusantara mulai berfokus di bidang produksi film, riset, komunikasi, kampanye dan edukasi.  

2013

REKAM Nusantara mengawalinya dengan mengembangkan Indonesia Nature Film Society (INFIS), salah satu unit produksi, bersama tim berjumlah 6 orang.

2013

Riset mengenai Rangkong mulai dibangun dengan Rangkong.id sebagai media informasi.

2013

Inaturefilms.org, Facebook Fanpage @indonesianaturefilmsociety dan Twitter @inaturefilms adalah aset digital INFIS yang diluncurkan pada bulan Agustus.

2014

Awal tahun 2014, INFIS menjadi bagian dalam kampanye global ‘If Not Us Then Who’.

2014

Pada bulan Juni, Youtube @Indonesianaturefilmsociety diluncurkan.

2014

Membantu Kedutaan RI di Oslo dalam mempromosikan potensi hutan dan kekayaan alamnya.

2014

Bergabung didalam riset aksi dan advokasi “Save Puncak”.

2014

Dengan tim berjumlah 8 orang, REKAM Nusantara juga memulai riset mengenai Hiu di Indonesia.

2015

13 orang telah bergabung dan terlibat dalam pengembangan REKAM Nusantara.

2015

Melanjutkan kerjasama dengan Kedutaan RI di Oslo dalam mempromosikan potensi ekowisata yang dikelola oleh masyarakat lokal.

2015

Secara mandiri melakukan susur sungai Air Nokan di Bengkulu Utara dan merekam potensinya.

2015

Mulai membuat video aktualisasi diri untuk menjaga idealisme. Video mandiri pertama yang dirilis adalah “Call From Majestic Bird”, video tentang perdagangan illegal paruh burung rangkong gading.

2015

Mendirikan PT Rekam Alam Nusantara (PT RAN).

2015

Instagram @inaturefilms diluncurkan.

2016

Merilis video mandiri “Ocean and Us”, video tentang upaya perlindungan hiu di Indonesia.  

2016

Bersama Mongabay Indoensia membuat dan meluncurkan film dokumenter “King of Krakatoa”.

2016

REKAM Nusantara mulai berkolaborasi dengan Mongabay Indonesia.

2016

Dengan tim berjumlah 14 orang, REKAM Nusantara mulai terlibat dalam pengerjaan kampanye dan kegiatan advokasi bagi lembaga yang ada di tingkat nasional maupun internasional.

2017

23 orang yang bergabung menjadi Tim REKAM masih terus berkonsentrasi dan optimis mengembangkan potensi REKAM Nusantara. Meningkatkan skala kreatifitas dan menjaga komitmen agar tetap mampu berkarya dalam mendorong pelestarian alam dan budaya Indonesia.

2017

Ikut melakukan advokasi pentingnya menjalankan mandat Undang-Undang No. 11 Tahun 2017 Tentang Pengesahan Konvensi Minamata Mengenai Merkuri

Tim Kami

Tim kami saling melengkapi melalui keberagaman, peran dan kapasitas di bidang masing-masing.

Bukan hanya tentang kinerja dan hasil dari sebuah kerja keras. Inilah cara kami bekerja.