We produces documentary work based on a very simple principle, communicate simple truths that reflect the poetic dimensions of the human soul in its connections with nature and environment in order to promote changes in Indonesia nature and cultures preservation

Summary

Indonesia dikejutkan dengan data bahwa negeri ini menjadi salah satu eskportir terbesar sirip Hiu dan insang Pari serta mendapat julukan pembantai Hiu dan Pari. Perdagangan produk Hiu dan Pari sendiri meningkat drastis sejak tahun 2002 hingga 2011. Indonesia mengekspor 102.248 ton produk Hiu atau 13 % dari produksi dunia. Tak hanya untuk di ekspor, namun permintaan di dalam negeri ternyata cukup tinggim, dimana kita akan dengan mudah menemukan menu Hiu dan Pari di dalam restoran besar maupun kecil di kota-kota besar Indonesia.

Kami meneliti tingkat konsumsi Hiu di DKI Jakarta, Surabaya dan Makassar pada tahun 2013. Hasilnya menuunjukkan angka yang fantastis. Tingkat konsumsi produk Hiu di Jakarta mencapai 86.400 kilogram per tahunnya dimana 15.840 kilogram adalah produk sirip Hiu. Sementara di Surabaya konsumsi daging hiu mencapai 96.000 kilogram pertahun dimana 48.000 kilogram adalah produk sirip Hiu. Sementara di Makassar, 3.960 kilogram sirip Hiu disajikan tiap tahunnya dengan total produk Hiu sebesar 20.160 kilogram.

Dengan semakin banyaknya permintaan untuk produknya, perikana Hiu dan Pari memainkan peran utama dan memberikan dampak ekonomi di Indonesia (FAO 2015). Namun perlindungan dan pengaturan pemanfaatan yang berkelanjutan juga harus dipikirkan mengingat Hiu dan Pari memiliki peranan yang amat penting bagi laut yang sehat.

Bermula dari data yang ada dan mengacu pada upaya perlindungan Hiu dan Pari di Indonesia, pada 2017 kami melakukan riset tentang “Analisis Media dan Strategi Komunikasi pada Konservasi Hiu dan Pari di Indonesia”. Riset ini amat diperlukan untuk membangun sebuah aksi perlindungan Hiu dan Pari yang solutif bagi semua pihak, serta upaya penyadartahuan dengan informasi yang benar tentang Hiu dan Pari untuk generasi mendatang.

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Challenge

Hiu dan Pari memiliki peran yang besar bagi laut kita. Dan tak banyak publik yang paham bahwa peran besar Hiu dan Pari bagi laut adalah peran yang amat penting bagi manusia. Hiu dan Pari adalah indikator sehatnya laut kita.

Persepsi masyarakat yang keliru tentang Hiu dan Pari menjadi salah satau penyebab Hiu dan Pari tak popular sebagai pahlawan di lautan. Dalam banyak film, khususnya setelah film Jaws yang popular sejak tahun 1975, Hiu digambarkan sebagai mahluk yang ganas, predator manusia dan ancaman di lautan. Tak hanya Hiu, publik pun menganggap Pari sebagai ancaman dan bahaya di lautan.

Berita perburuan sirip Hiu dan insang pari manta atau penangkapannya secara Ilegal menjadi sorotan media yang begitu besar, dibandingkan dengan pemanfaatan perikanan hiu dan pari secara berkelanjutan. Padahal, perikanan hiu dan pari memiliki potensi besar jika diatur secara bijak dan berkelanjutan. Inilah yang menjadi pekerjaan rumah dan tantangan besar untuk perikanan Hiu dan Pari di Indonesia.

Insights

Pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya Hiu dan Pari masih rendah dibanding satwa eksotik lainnya. Pemahaman yang keliru tentang satwa ini juga diperkuat dengan persepsi bahwa Hiu dan Pari adalah hewan yang menakutkan dan ancaman bagi manusia.

Edukasi tentang pentingnya Hiu dan Pari bagi laut serta pengaturan penangkapan Hiu dan Pari masih minim dilakukan. Sementara itu keduanya masih menjadi target tangkapan yang bernilai ekonomis. Karena itu sudah menjadi sebuah keharusan bahwa perlu adanya strategi komunikasi dan edukasi untuk membangun kesadaran publik akan pentingnya Hiu dan Pari, pengaturan penangkapan dan pemanfaatannya secara berkelanjutan.

#SobatHiuPari

#SobatHiuPari adalah kampanye “online” dan “offline” yang kami kerjakan selama lebih dari enam bulan, berkolaborasi dengan Wildlife Conservation Society-Indonesia Program (WCS-IP). Kami memilih media digital karena ia menjadi media komunikasi yang paling potensial untuk menyebarkan informasi dengan penetrasi pengguna internet di Indonesia sebanyak 130 juta jiwa.

Kami sadar bahwa konten marketing adalah salah satu “senjata” ampuh dalam meningkatkan pengetahuan publik tentang Hiu dan Pari; apa yang terjadi saat ini, bagaimana peranannya, ancaman yang dihadapi, hingga pentingnya sektor perikanan untuk pemanfaatan yang berkelanjutan.

Kami memulai kampanye melalui media sosial dengan beragam bentuk pesan kreatif dan upaya menggugah kesadaran yang dibangun secara interaktif. Situs web hiupari.info menjadi ruang media visual yang apik untuk menarik minat, meningkatkan pengetahuan dan mengajak publik dalam mendukung upaya pelestarian Hiu dan Pari.

#SobatHiuPari diluncurkan pada 25 Februari 2018 dengan melibatkan lembaga, akademisi, pelajar, relawan, dan mereka yang tertarik ingin belajar tentang Hiu dan Pari. Kampanye ini kami harapkan menjadi bagian dalam memperkuat pengetahuan dan pemahaman tentang Hiu dan Pari di Indonesia.