Kami menyadari bahwa dengan pengetahuan maka REKAM Nusantara akan dapat mewujudkan visi, misi dan tujuan mulia yang telah ditetapkan. Riset merupakan salah satu kegiatan utama dalam kerangka REKAM Nusantara untuk memiliki pengetahuan yang dapat digunakan menjadi kekuatan lembaga kami.

Rangkong

Hutan Indonesia merupakan rumah dari 13 jenis Rangkong, tiga di antaranya adalah endemik. Ini membuat Indonesia menjadi negara penting untuk konservasi Rangkong di dunia, terutama di Asia. Hutan dan Rangkong saling bersimbiosis. Hutan menjadi surga yang menyediakan sumber pakan berlimpah, sedangkan Rangkong dengan daya jelajahnya yang luas menjadi pemencar biji dan mampu memastikan regenerasi hutan tetap lestari.

Rangkong Gading adalah satu jenis rangkong istimewa yang ada di Indonesia. “Gading” pada paruh burung ini yang sangat bernilai tinggi membuatnya menjadi target para pemburu. Paruhnya diperdagangkan ke pasar gelap internasional. Beberapa tahun terakhir, tercatat bahwa permintaan dan aktivitas perdagangan paruh Rangkong Gading meningkat signifikan. Hal ini membuat populasi Rangkong Gading terancam kepunahan.

Oleh karena itu Rangkong Indonesia hadir untuk membantu konservasi burung Rangkong di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak strategis untuk menuju satu visi, yaitu memastikan Rangkong tetap hidup demi lestarinya hutan di Indonesia. Tidak hanya dalam ranah penelitian dan investigasi, Rangkong Indonesia juga melakukan edukasi dan sosialisasi demi meningkatkan kesadartahuan masyarakat akan pentingnya peran Rangkong dalam rantai ekosistem.

Save Puncak

Konsorsium Save Puncak merupakan lembaga yang dibentuk oleh beberapa pihak, diantaranya Pusat Pengkajian, Perencanaan, dan Pengembangan Wilayah (P4W) IPB, Forest Watch Indonesia (FWI), Komunitas Peduli Ciliwung Bogor dan Komunitas Ciliwung Puncak.

Berbagai lembaga dan komunitas ini bersatu dibawah payung Konsorsium Save Puncak untuk melakukan riset aksi di kawasan hulu Ciliwung yaitu di Desa Tugu Utara dan Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Riset yang dilakukan adalah terkait dengan masalah kawasan hutan, tata guna lahan, sosial budaya, sampah dan dan sumber air. Kegiatan-kegiatan Save Puncak melibatkan masyarakat setempat.

Sharks

Hiu adalah top predator yang berada di posisi puncak dalam rantai makanan. Hiu juga mampu mengendalikan komposisi kumpulan ikan dalam suatu wilayah. Secara alamiah, hiu akan memangsa hewan-hewan yang trofik level atau “kasta” nya berada dibawah hiu. Artinya, hiu memiliki peranan penting dalam menstabilkan ekosistem.

Terdapat 112 spesies hiu di Indonesia dengan variasi kelimpahan yang beragam, yang kemudian mendorong dan menjadikan Indonesia menjadi negara penghasil produksi hiu terbesar di dunia. Namun, hal tersebut berdampak negatif terhadap populasi hiu karena tingkat perburuan yang terus meningkat akibat tingginya permintaan sirip hiu dan produk turunan lainnya di pasaran dunia. Ketika hiu musnah, bukan hanya hiu menjadi langka tapi mengganggu keseimbangan ekosistem dan efek domino lainnya yang kemudian dampak paling buruknya adalah terganggunya ketahanan pangan.

Berawal dari keprihatinan akan banyaknya informasi dan data-data hasil penelitian mengenai hiu yang sumbernya masih terpencar, REKAM Nusantara ingin membangun dan mengembangkan suatu wadah informasi yang terpusat di Indonesia.