FRCI selama 2023

Share :
  • Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan dan Konservasi

Komoditas Perikanan: Kerapu, Kakap, Hiu, Pari, Rajungan, Kepiting Bakau, Lemuru, Ikan Layang, Ikan Terbang, Baronang, Lobster, Swanggi, Kurisi

  • Pengelolaan Kawasan Konservasi

Meningkatkan Resiliensi Komunitas Melalui Konservasi Karbon Biru

FRCI bekerja dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mendorong perlindungan dan perluasan ekosistem karbon biru untuk memperkuat masyarakat lokal melalui mata pencaharian berkelanjutan.

  • Penanganan Praktik Perikanan yang Merusak

FRCI bekerja sama dengan masyarakat lokal di KKP Liukang Tangaya, Sailus, Koridor Kepulauan Pangkajene, untuk melakukan pengawasan masyarakat terhadap praktik perikanan yang merusak.

  • Neraca Sumber Daya Laut

NSDL untuk pengelolaan kawasan konservasi (KK)

Sejak tahun 2020, FRCI telah melakukan uji coba NSDL di sejumlah KK, dengan fokus pada aset lingkungan, aliran jasa ekosistem ke ekonomi, dan aliran limbah ke lingkungan.

NSDL untuk pengelolaan perikanan

FRCI telah melaksanakan uji coba NSDL untuk Perikanan Kakap dan Kerapu di Teluk Saleh, Nusa Tenggara Barat, dan juga uji coba di tingkat Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP).

Tonton Video Penjelasan NSDL di sini: bit.ly/OA-Video

 

  • FRCI telah memetakan Luasan Ekosistem Nasional (2018-2021) untuk Ekosistem: Terumbu Karang, Padang Lamun, Mangrove.

 

 

  • Konservasi Hiu dan Pari

Membangun Kapasitas untuk Menanggulangi Perdagangan Hiu dan Pari Illegal

FRCI bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyelenggarakan Pelatihan Identifikasi Hiu dan Pari secara terstruktur dan berkesinambungan.

6 Modul pelatihan, 184 Partisipan dari berbagai lembaga pemerintah, 20 Staf KKP menjadi Trainer

Kajian Rantai Perdagangan Produk Daging Hiu dan Pari di Indonesia

FRCI melakukan survei di lokasi utama pendaratan hiu (Provinsi Aceh, Pantura Jawa, Tanjung Luar dan Gili Maringkik) untuk mengidentifikasi rantai pasok daging hiu dan pari.

Membangun Dukungan Lokal untuk Konservasi Rhinoray di Perairan Laut Jawa

FRCI melibatkan dan melatih nelayan menjadi pemimpin lokal yang mengampanyekan praktik penangkapan ikan berkelanjutan

  • Pencapaian

FRCI berhasil mencetak 15 kelompok Nelayan, 20 Nahkoda, 40 anak buah kapal yang menjadi local champions.

Local Champions adalah nelayan yang terlibat aktif dalam citizen science dan upaya konservasi pari kikir dan pari kekeh.

  • Big Data Perikanan:

Inisiatif Kolaborasi Pendataan Perikanan (IKAN)

IKAN adalah aplikasi pengumpulan data perikanan berbasis citizen science, dengan metode sesuai protokol ilmiah standar.

FRCI mengembangkan IKAN untuk mengumpulkan data hasil tangkapan pendaratan ikan dan data biologis untuk merumuskan kebijakan pengelolaan perikanan.

Kunjungi Dashboard CDC Real time https://cdc-ikan.id

Pencapaian
Apa yang telah kami capai
25 December 2023
Pengembangan Ekowisata:  Mengembangkan ekowisata rangkong bersama komunitas Dayak Iban Menua Kulan dan Menua Sungai Utik.  Patroli sejauh 775 km 
23 December 2021
Pada tanggal 4 Januari 2020, Rekam Nusantara Foundation dan Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (PSP-FPIK) IPB memprakarsai