Mengenal Rekam Nusantara

Share :
Sekilas

Yayasan Rekam Jejak Alam Nusantara (Rekam Nusantara Foundation) adalah sebuah lembaga yang bekerja melakukan kajian-kajian mengenai kekayaan alam dan keanekaragaman hayati serta aksi konservasi di Nusantara. Kemudian dikomunikasikan kepada masyarakat luas melalui media kreatif untuk tujuan perubahan pemahaman yang lebih baik terhadap isu-isu lingkungan, budaya, kelestarian sumberdaya alam, masyarakat adat dan isu perubahan iklim.

Sejak tahun 2013, Rekam Nusantara Foundation telah bekerjasama dengan berbagai pihak; pemerintah pusat (Kementerian/Lembaga), pemerintah daerah dan Organisasi Non-Pemerintah, tingkat lokal,  nasional maupun Internasional.

Rekam Nusantara Foundation didirikan oleh para ahli dan profesional yang berpengalaman dalam bidangnya.

Visi

Merekam jejak alam Nusantara dan menjadikan Indonesia yang lebih baik

Misi

Menyampaikan narasi untuk mengenali Indonesia melalui ilmu pengetahuan terkini yang berbasis kajian

Tim

Melakukan riset, mendokumentasikan dan mendesiminasikan tentang kekayaan alam dan budaya Indonesia melalui produksi audio visual, teks, desain dan grafis sebagai upaya komunikasi dan penyadartahuan publik.

Een Irawan Putra
Executive Director
Sebagai salah satu pendiri Yayasan Rekam Nusantara, pria kelahiran Bengkulu Utara ini memiliki minat yang tinggi pada isu lingkungan, kehutanan, hak masyarakat adat dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Ketertarikannya dimulai ketika ia menempuh pendidikan di Fakultas Kehutanan, IPB University dan bergabung dengan kelompok pecinta alam, LAWALATA IPB. Setelah lulus dari IPB University tahun 2004 ia langsung memilih bekerja di lembaga non pemerintah dan turun ke lapangan. Mengelilingi Indonesia untuk melakukan investigasi kejahatan lingkungan dan kehutanan, riset, menulis dan membuat video dokumenter untuk kepentingan edukasi dan kampanye penyelamatan sumber daya alam Indonesia. Tidak hanya di Indonesia, ia juga melakukan perjalanan ke beberapa negara di Asia, Eropa dan Amerika. Baginya tidak ada kompromi bagi para pelaku kejahatan dan perusak alam Indonesia. Ketika mendirikan Rekam Nusantara pada tahun 2013, ia diminta oleh para pendiri yayasan untuk memimpin Rekam Nusantara. Berangkat dari kecintaannya pada sungai, sejak tahun 2009 ia aktif dalam Komunitas Peduli Ciliwung Kota Bogor yang menurutnya sebagai kontribusi nyata untuk lingkungan. Tahun 2018 bersama Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto ia membentuk Satuan Tugas (SATGAS) Naturalisasi Sungai Ciliwung Kota Bogor
Nanang Sujana
Director, Lighting Cameraman & Editor
Nanang Sujana lahir di Bengkulu. Sejak memulai karir dengan menekuni film dokumenter pada tahun 2003, Ia terus membuat film yang menyuarakan dan mempromosikan perubahan. Karyanya fokus pada pentingnya menyelamatkan lingkungan Indonesia, keadilan sosial bagi masyarakat adat, petani dan nelayan, serta hak asasi manusia.⁣
Wahyu Mulyono
Producer, Writer & Underwater Filmmaker
Berangkat dari pengalamannya sebagai Jurnalis pada tahun 1999, Wahyu Mulyono, atau akrab disapa WakMul memiliki ketertarikan tinggi terhadap film dokumenter.⁣ ⁣ Dengan keahliannya, Pria kelahiran Yogyakarta ini pernah memimpin divisi dokumenter di salah satu media nasional di Indonesia. Dari kerja kerasnya, film dokumenter yang dibuat pun pernah meraih nominasi dan penghargaan. Saat ini, ia terlibat dalam pembuatan film dan program #DocuCamp di Rekam Nusantara.⁣
Yoki Hadiprakarsa
Wildlife & Ecology Specialist
Yokyok Hadiprakarsa atau biasa dipanggil Yoki telah lebih dari 10 tahun terlibat dalam penelitian satwa dengan spesialisasi ekologi enggang dan manajemen satwa liar di lahan multifungsi. Ia memang telah memiliki ketertarikan tentang satwa liar sejak kecil.⁣⁣ ⁣⁣ Saat ini, selain sebagai salah satu pendiri Rekam Nusantara, Yoki juga memimpin tim Rangkong Indonesia yang telah melakukan survey populasi dan okupansi enggang terbesar di Kalimantan Barat sejak tahun 2018.⁣⁣
Ridzki Rinanto Sigit
Mass Communication Specialist
Sebagai salah satu pendiri Rekam Nusantara, saat ini Ridzki Rinanto Sigit juga masih aktif memimpin sebuah portal berita informasi lingkungan.⁣ ⁣ Dengan pengalaman lebih dari 13 tahun sebagai aktivis sekaligus peneliti yang fokus mengenai isu lingkungan; kehutanan, pertambangan, kelautan, pembangunan berkelanjutan dan pemanasan global, ia ingin memberikan penyadartahuan kepada masyarakat tentang Indonesia saat ini.⁣
Irfan Yulianto
Marine Science Specialist
Irfan Yulianto memiliki spesialisasi ilmu kelautan dan perikanan. Perjalanannya dimulai ketika ia menjadi asisten dosen Scientific Diving, Biologi Laut dan Oseanografi. Irfan pun memantapkan karirnya dibidang ilmu kelautan dan perikanan yang membawanya kepada apa yang telah ia kerjakan menyoal laut dan perikanan Indonesia. Ia banyak melakukan penelitian dan publikasi dalam isu kelautan dan perikanan.⁣⁣ ⁣⁣ Saat ini, Irfan juga aktif sebagai staf pengajar pemanfaatan sumberdaya perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University dan senior manager Marine Conservation and National Policy, Wildlife Conservation Society Indonesia Program.⁣⁣ ⁣⁣ Ia percaya, potensi alam yang tinggi dan pengelolaan yang tepat, Indonesia akan menjadi negara yang mampu bersaing dengan dunia Internasional.⁣⁣
Elsia Yuanti
Manajer Komunikasi
Dengan bekal pendidikan dari Swiss Hotel Management School, Elsia S Yuanti atau akrab disapa Ajeng mengawali karirnya lebih dulu di bidang manajemen perhotelan dan pariwisata pada tahun 2006. Pengalaman dalam berkarir dan ketertarikannya dengan Ilmu Komunikasi tidak lantas membuat Ajeng berhenti mengikuti minatnya hingga meraih gelar sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Terbuka. Keterlibatannya dengan digital media dimulai saat ia bergabung dengan LACI Media di tahun 2013 sebagai Account Executive. Namun dengan perkembangan Digital Marketing kemudian memberinya pengalaman bekerja di Digital Creative Agency lebih dari 3 tahun. Pada tahun 2014, Ajeng memutuskan bergabung dengan GoSitus dan bekerja sebagai Freelancer Social Media Manager & Digital Strategist. Selama bergabung, ia tidak hanya merancang pengemasan konten digital namun juga bertanggung jawab membangun tim yang berdedikasi mengerjakan dan mengelola aset maupun kampanye digital untuk sebuah brand atau merk. Kemudian pada tahun 2015, ia melanjutkan jenjang karir sebagai Account Manager di iDG. Ketertarikannya dengan Digital Marketing juga memberinya pengalaman dalam strategi dan manajemen kampanye digital, strategi kreatif maupun manajemen media sosial. Hingga akhirnya bergabung bersama Rekam Nusantara Foundation pada tahun 2017.
Masud Wijaya
Desainer Grafis
Bergabung sejak 2017 fokus untuk menangani desain grafis. Pengalaman lebih dari 20 tahun sebagai Graphic Designer Masud sudah banyak membuat karya visual untuk Rekam Nusantara Foundation. Ia pun terampil dalam mengoperasikan berbagai platform graphic design, mampu membuat pesan komunikasi yang kompleks dalam suatu visual grafis untuk mudah dipahami, memiliki sifat humoris dan setia karena seorang taurus sejati. Selain desain grafis masih banyak hal lain yang diminati seperti 3D dan animasi. Beberapa pengalaman di beberapa tempat bekerja selain di Rekam Nusantara Foundation membuatnya dapat melihat sudut pandang lain dari alam disekitar kita, misalnya ketika Ia masih bekerja sebagai pramubakti di Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan saat itu Ia dapat kesempatan untuk mengunjungi separuh dari seluh Taman Nasional di Indonesia yang ternyata memiliki kekayaan alam dan biodiversitas yang tingga sehingga menjadi pengalaman yang sangat berharga baginya. Tentunya akan selalu punya mimpi positif dalam bekerja di Rekam Nusantara yaitu bisa membuat karya yang dapat bermanfaat bagi semua.
Pandu Wijaya
Ilustrator
Berawal dari membuatkan ilustrasi tentang pengelolaan hutan Indonesia, kemudian ilustrasi burung langka di Indonesia hingga akhirnya menjadi bagian dari Rekam Nusantara Foundation. Pandu, ilustrasi handal yang senang berkhayal dan menuangkan khayalannya dalam bentuk sketsa atau gambar membawanya sebagai senior Ilustrator juga Animator. Ia sudah bergabung selama kurang lebih 5 tahun. Karyanya memenuhi ruang visual aset media sosial Rekam Nusantara maupun aset materi cetak kampanye. Mimpinya memiliki studio animasi dan serial film animasi tentang lingkungan dan keindahan alam Indonesia.
Pencapaian
Apa yang telah kami capai
23 December 2021
Pada tanggal 4 Januari 2020, Rekam Nusantara Foundation dan Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (PSP-FPIK) IPB memprakarsai